Kamis, 12 Januari 2012

Tafsir Tentang Pendidikan (Tafsir Tarbawi)


Oleh : Dewi Hidayati
Dosen: Dr. Kadar M. Yusuf, M. Ag
Mata Kuliah Tafsir Tarbawi

I.     Prinsip Pendidikan
Semua aktivitas yang kita lakukan hendaknya berangkat dari tauhid, termasuk pendidikan. Komponen dalam pendidikan, seperti murid, guru, dan kurikulum haruslah diwarnai dengan nilai tauhid.
Tiga aspek penting dalam prinsip pendidikan Islam, yaitu Allah, Manusia dan Alam. Sejak awal siswa harus diperkenalkan dengan Allah, bahwa segala sesuatu yang ada didunia ini berasal dari Allah. Manusia merupakan subjek sekaligus objek pendidikan. Dan dalam proses pendidikan Alam merupakan objek kajian manusia baik dalam penelitian maupun dalam perbincangan. Kemudian penyelenggaraan pendidikan harus sesuai dan tidak bertentangan dengan risalah yang dibawa oleh para Nabi. Diantara pesan-pesan tersebut yaitu, aqidah tauhid, pesan moral dan interaksi manusia dengan Allah, alam sekitar, dan sesama manusia.

II.  Perspektif Alquran Tentang Ilmu pengetahuan

A.   Konsep Ilmu
Ilmu berasal dari kata ‘alima. Secara harfiah ilmu dapat diartikan tahu atau mengetahui. Secara istilah ilmu adalah memahami hakikat sesuatu atau memahami hukum. Dalam pandangan Alquran ilmu dapat membentuk sikap dan sifat manusia.
B.   Sumber Ilmu
Allah adalah sumber utama ilmu. Segala pengetahuan yang diperoleh manusia semuanya merupakan anugerah-Nya. Ada dua cara tuhan dalam mengajarkan manusia, yaitu pengajaran langsung melalui wahyu (Al-quran) atau pengajaran tidak langsung melalui alam. Alam adalah media yang Allah ciptakan untuk mengajar manusia.
C.  Cabang Ilmu
Ibnu Sina sebagai pakar ilmuan menemukan 3 macam yaitu Ilmu ketuhanan, ilmu matematika dan ilmu alam. Lain lagi pendapat dari Al-Ghazali, ia menggolongkan dua macam yaitu, Ilmu shari’ah dan Ilmu Ghyar al-shari’ah. Keduanya Sama-sama mengkaji tentang normatif.
D.  Jendela Perolehan ilmu
Ilmu dapat diperoleh melalui tiga hal yaitu
1.    Rasio, lihat surat al-mu’minun : 12-16 berbicara tentang embriologi. Pada ayat tersebut diceritakan kejadian manusia yang bisa diterima akal dan fikiran
2.    Empiris yaitu memberikan gambaran kepada manusia tentang fenomena-fenomena alam yang terjadi diatas permukaan bumi sehingga mendorong manusia untuk mempelajarinya.
3.    Wahyu dan Ilham yaitu pemberian Allah secara langsung kepada orang yang dikehendakinya. Wahyu diberikan kepada Nabi, sedangkan Ilham kepada orang karena kedekatannya dengan Allah.
E.   Orientasi Pendidikan
Yang dimaksud dengan orientasi pendidikan kecenderungan kemana peserta didik itu diarahkan. Jika diarahkan kepada kebaikan maka dia akan baik, jika diarahkan pada keburukan maka dia akan rusak. Tiga prinsip yang harus diimplementasikan dalam pembelajaran, pertama, Prinsip semua ciptaan ini mempunyai tujuan. Kedua, Prinsip kesatuan baik alam, manusia, maupun kehidupan. Ketiga, Prinsip keseimbangan
III.             Belajar Dan Mengajar
A.   Pengertian
Berasal dari kata ta’allama dan darasa. Ta’allama berarti menerima ilmu sebagai akibat dari suatu pengajaran. Sedangkan darasa berarti meninggalkan bekas. Jadi dapat belajar dapat didefinisikan aktivitas yang dilakukan seseorang yang membuatnya menjadi tahu, dan dengan ia tahu dapat terjadinya pengaruh terhadap dirinya (membekas). Kegiatan belajar meliputi membaca, berpikir, memperhatikan, mendengar dan mengingat.
B.   Prinsip Belajar
Prinsip belajar adalah sesuatu hal yang menjadi pondasi atau acuan dalam pembelajaran. Diantara prinsip tersebut yaitu Ketauhidan, Kaikhlasan, Kebenaran dan Tujuan yang jelas.
C.  Sumber Belajar
Alquran menerangkan dua sumber belajar manusia yaitu wahyu dan alam. Tujuan allah menurunkan wahyu dan menciptakan alam agar manusia itu bisa menjadi obek yang dipelajarinya.
1.      Alquran sebagai sumber belajar
a). Pesan-pesan yang berkaitan dengan Hukum normative seperti tentang halal dan haram, fiqih, aqidah, akhlak.
b). Dorongan( motivasi) untuk mempelajari alam ini.
c). Manusia dapat menangkap keunikan dan keindahan alquran sehingga ia sadar bahwa alam ini berasal dari Allah.
2.   Alam sebagai sumber belajar
Dengan adanya dorongan atau motivasi yang diberikan kepada manusia, manusia dengan sendirinya mempelajari alam. Seperti yang terkandung dalam surat al-zariyat ayat 20-21.
D.  Konsep Mengajar
Mengajar adalah aktivitas yang dilakukan seseorang yang dapat membuat orang mengetahui dan menguasai suatu ilmu.
E.   Prinsip Mengajar
Prinsip mengajar dimaknai sebagai perwujudan kasih sayang, dan kasih sayang  akan melahirkan prinsip-prinsip mengajar lainnya, seperti keiklasan, demokrasi, kelembutan, dan tenggang rasa terhadap anak didik.
F.   Guru
Dalam bahasa Arab Guru biasanya disebut sebagai mu’allim, murabbi, mudarris, dan al-mu’addid. kompetensi yang harus dimiliki oleh seorang guru yaitu kompetensi profesional,pedagogik, kepribadian, dan sosial.
1.        Tugas dan kewajiban guru
Pertama, Membacakan ayat-ayat Allah. Kedua, mengajarkan kepada peserta didik pesan-pesan normative yang terkandung dalam kitab suci, seperti keimanan dan akhlak. Ketiga, Membangun moral dan membersihkan peserta didik dari sifat dan perilaku tercela.
2.        Interaksi Guru dengan Peserta Didik
Seorang guru harus bisa menciptakan suasana menyenangkan dalam berkomunikasi dengan peserta didik agar mereka tidak jenuh dengan apa yang kita sampaikan. Bersikap tenggang rasa terhadap siswanya, memperhatikan kesulitan dan problem yang mereka hadapi. Dengan adanya perhatian maka mereka senang dalam menerima pelajaran yang disampaikan baik kognitif, afektif, atau psikomotor.
G.  Peserta Didik
1.    Murid Objek dan Subjek Pendidikan
Hendaknya siswa tidak hanya diperlakukan sebagai objek saja namun juga sebagai subjek agar siswa lebih aktif.
2.    Sikap Murid Terhadap Guru
Tonggak utamanya adalah keyakinan siswa terhadap kompetensi yang dimiliki oleh guru. Siswa tidak boleh meninggikan suara dari gurunya. Dan siswa juga dilarang memanggil gurunya sebagaimana memanggil teman sebayanya.

IV.   Tujuan dan Materi Pendidikan
Tujuan pendidikan dapat diartikan sasaran yang ingin dicapai atau diraih setelah melalui proses pendidikan.
A.   Tujuan Pendidikan Islam
a.       Tujuan Umum
Tujuan pendidikan dalam Islam yaitu menciptakan orang yang shaleh dan memiliki akhlak yang mulia melalui ilmu pengetahuan, proses, materi, dan tujuan pembelajaran yang terintegral. Untuk mencapai ketakwaan dan kesolehan, perlu di perkenalkan kepada peserta didik  yaitu:
1.         Memperkenalkan  bahwa manusia secara individu adalah mahkluk Allah yang mempunyai tanggung jawab dalam kehidupan ini.
2.         Memperkenalkan bahwa manusia sebagai mahkluk sosial.
3.         Memperkenalkan bahwa alam ini ciptaan Tuhan, dan harus di pelihara. Memperkenalkan penciptaan alam kepada peserta didik.
b.      Pendidikan dan Tujuan Penciptaan Manusia
Manusia adalah sebagai subjek dan objek pendidikan yang merupakan makhluk Allah. Dalam penciptaannya tidak main-main akan tetapi memiliki maksud dan tujuan tertentu Salah satu tujuan penciptaan manusia yaitu sebagai khalifah mengemban amanah Allah da  beribadah kepada-Nya.
c.       Tujuan Pembelajaran
target utama tujuan pendidikan Islam adalah terbentuknya out put yang beriman, bertakwa dan berakhlak mulia.
B.   Materi Pendidikan
Pertama, kajian keislaman meliputi ilmu yang berhubungan dengan keislaman, seperti tauhid, hukum islam dan syari’ah. Kedua, ilmu Sains sosial dan ketiga ilmu eksakta yang berhubungan dengan lingkungan alam dan ilmu pasti, seperti matematika, biologi, kimia dan lainnya yang berhubungan.

V.  Metode, Alat dan Evaluasi Pendidikan
A.   Metode mengajar
1.      Metode al hikmah, maw’izah al-hasanah dan almujadalah
-          Alhikamah adalah ungkapan dan argumen yang menarik jiwa peserta didik sehingga terdorong untuk menerima dan mengamalkan pesan yang terkandung didalamnya.
-          Maw’izah al-hasanah lebih menekankan pada dampak dari memahami materi yang disampaikan.
-          Mujadalah adalah metode dengan cara berdebat / berdiskusi.
2.      Metode amthal
Metode ini semakna dengan shabah yang artinya serupa sedangkan secara harfiah diartikan perumpamaan. Sedangkan menurut istilah yaitu mengajarkan ilmu pengetahuan dengan cara membuat perumpamaan terhadap berbagai contoh. Seperti melalui cerita para Nabi.
3.      Metode cerita
Metode ini dilakukan dengan cara memberikan cerita terhadap peserta didik terhadap apa yang terjadi dikejadian  dimasa lampau untuk memberikan kecerahan dimasa yang akan datang disisi lain peserta didik tidak merasa jenuh.
4.      Memulai pembelajaran dengan bertanya
Metode ini dimulai dengan memberikan pertanyaan yang sederhana, dengan begitu maka stimulus yang ada pada peserta didik menjadi terpancing sehingga ia menjadi kreatif.
B.   Alat Pendidikan
Untuk menjelaskan kepada manusia Allah menggunakan langit, Bumi dan Gunung sebagai media untuk belajar. Selain itu fenomena malam, siang, Matahari dan Bulan juga dijadikan Media oleh Allah swt. sebagai alat untuk kajian umat manusia.
C.  Evaluasi
Evaluasi sendiri dapat diartikan meninjau, menguji, atau mencoba kemampuan dari peserta didik setelah diberikan pengajaran. Bentuk evaluasi antaralain,  evaluasi yang menggambarkan kesenangan dan evaluasi yang menggambarkan ketidaksenangan.

VI.             Keluarga Dan Pendidikan
A.   Kewajiban Mendidik Anggota Keluarga
Keluarga sangat berperan dalam pendidikan anak. Pendidikan keluarga itu dimulai dari istri dan suami, mesti saling menghormati dan melaksanakan kewajiban mereka masing-masing. Seorang istri memainkan peranan penting dalam pendidikan anaknya. Ibu adalah sekolah pertama bagi anak-anak dalam suatu keluarga. Semua perilaku ibu akan ditiru oleh anaknya.
B.   Proses Pendidikan Keluarga
Pendidikan anak dalam keluarga tidak hanya dilakukan ketika mereka sudah dewasa, tetapi juga ketika kecil bahkan dalam kandungan.
C.  Materi-materi Pendidikan Keluarga
1.      Berkaitan dengan aqidah tauhid.
2.      Berkata sopan dan hormat kepada orangtua.
3.      Berhubungan dengan beribadah kepada Allah seperti shalat, puasa, sedekah dan lainnya.
4.      Materi pembelajaran yang berhubungan dengan akhlak mulia.

Tidak ada komentar: